Sekarang sehari-hari saya mulai segala kegiatan mulai jam 3.30 am dan berakhir sekitar jam 23.00 kalau rajin, kalau ngantuk banget jam 22.30 udah dipaksa untuk istirahat saja.
3.30 : sudah bangun, ini otomatis tidak bisa diganggu gugat lagi..pasti bangun..melakukan kegiatan ruhiyah.
5.30 : siap-siap olah raga atau latihan kalau lagi malas jalan kaki kepasar sambil belanja sayur.
7.00 : udah harus siap2 buat mandi..karena saya selalu jadwalny pagi jaga apotek.
7.30 : stanby di apotek..ya lihat2 stock yang habis dan order-order.
10.30 : pergi ke sekre salimah, kalau ga jalan-jalan aja, atau kalau malas saya masak2 aja.
17.00 : udah harus siap2 kembali ke apotek...
18.30 : udah di apotek lagi...kalau ini saya jaga beneran..biasanya saya sambil baca buku, ngenet, ngelamun,soalnya pasti sendirian diapotek.
22.00: nutup apotek...
22.30 : bersih2 lalu tidur...
seperti kah ibu rumah tangga yang benar?mungkin iya mungkin tidak...tapi saya tetap memasak dan membersihkan rumah. ya, mungkin untuk orang-orang tertentu arti ibu rumah tangga adalah seorang wanita yang dapat disebut ibu yang mempunyai kegiatan full dirumah..itu kali ya..kalau arti saya pribadi ibu rumah tangga adalah seorang yang menggurusi rumahnya beserta isi dan anggota-anggota yang tinggal diumah tersebut. kan yang tinggal didalam rumah akan membentuk suatu tangga yaitu ayah, ibu , dan anak2 yang kakak beradik. dari kata menggurusi rumah, berarti tidak harus fulltime dirumah kan, boleh juga pergi-pergi ikut organisasi yang lain, atau kegiatan yang lain.atau bekerja...tapi tidak meninggalkan tanggung jawabnya sebagai pengurus rumah tangga...
ku pikir sulit juga ya, kalau suatu hari nanti saya berjodoh dengan seorang pria yang meminta saya hanya boleh beraktivitas dirumah..kalau dari saya sendiri sih ga masalah, karena pasti sangat menyenangkan, abis beres2, ngerumpi ama tetangga, ketwa-ketawa, trus jalan2 ke mall, trus masak2, trus banding-bandingin kepemilikan, trus karena ga ada yang lain untuk di gosipin akhirnya ngegosipin suami sendiri, apalagi statusnya lagi kesel, keluar deh semuanya. akhir nya semua orang tahu aib rumah tangganya....
tapi perintah untuk memiliki kegiatan fulltime dirumah saja, suamiku kelak harus tanggung jawab dengan efek sampinya yang ditimbulkan, efeksampingnya sih ga berat2 banget lah cuma: pusing, sering mengeluh, kurang daya juang, jadi lebih gemuk, pikirannya dangkal, kerjanya cuma menuntut aja, berpoya-poya, lifestylenya jadi berubah, mudah termakan ucapan tetangga...nah loh, kalau gini suamiku kelak harus tanggung jawab juga euy...nanti kalau marah dan sambil sebut 'umi, mikir donk!', pasti istrinya juga benggong, karena dia sudah mikir dan sudah membuat konfrensi dengan istri-istri tetanggga sekitar kalau pilihannya itu udah BENAR.. jangan marahin istri donk kalau ga bisa mikir panjang, karena otaknya ga pernah dikasih masalah sebesar itu sebelumnya...
Beda donk dengan ibu aktivis..hehe, kalau ada masalah dia pasti merembukkan berdua sama suaminya karena dia sudah trbiasa untuk bekerjasama dalam organisasi sehingga dia dapat dengan mudah mendeteksi masalah yang terjadi, seperti kenapa hal ini terjadi?apa penyebabnya?siapa pelakunya?siapa korbanyanya?apa kerugiannya?apa yang harus di bereskan secepatnya sebelum masalahnya membesar?sebaiknya apa yang saya lakukan..kalau istri seorang aktivis, pasti dengan cepat untuk tanggap dan pastinya istri seperti ini pasti tanggungjawab donk , tentunya..kalau belum memiliki aktivitas sebaiknya buat aktivitas yang bermanfaat pada banyak orang, sehingga menjadi istri itu sangat bermanfaat...
Wah kalau sesibuk itu kapan waktunya buat keluarga...percaya deh, kalau seorang istri aktivis dia sudah punya jadwal untuk keluarga, dan suatu saat bila penting dan menurutnya itu wajib, dia akan mengutamakan keluarga dibandingkan seluruh kegiatannya...
Impianku tetap menjadi Super mom...kayak ibu ku tercinta...hehehe..wallahu a'lam bishowab..

0 komentar:
Poskan Komentar